Yosh apa kabar? selamat pagi/siang/sore/malam dimana pun kalian melihat post ini, oke post kali ini saya ingin memperlihatkan desain character untuk manga (Komik) saya langsung saja scroll kebawah <(")
1. Dai Ichiro
Tokoh utama ini memiliki sifat pemalas dan mudah menyerah dalam menghadapi tugas sekolah nya seperti PR, tugas piket, dan belajar tentunya. Tapi sifat Dai Ichiro berubah ketika Chieko mengajak nya kedunia One Eyed.
2. Atsuki Chieko
Atsuki Chieko perempuan yang memiliki sifat "Yandere" yang berarti ceria dan nudah bergaul, chieko yang membutuhkan kekuatan "Mata" Dai Ichiro untuk membantu dunia One Eyed yang berperang selama beribu-ribu tahun lamanya <(")
3. Kei Kotone
Kei Kotone atau biasa di kenal "Gigi Taring penghisap darah" kei kotone memilik kekuatan mata dan gigi yang luar biasa dalam dunia One Eyed, Kei Kotone memiliki sifat "Tsundere" Tsundere adalah tipe cewek jutek dan dingin terhadap orang lain, Kei Kotone sudah lama berada dalam dunia One Eyed dibanding kan dengan Chieko.
4. Akihiko Aksai
Akhirnya tercapai setelah berlama-lama saya ingin membuat karakter laki-laki bersifat cool, cerdas, dan tampan jujur saja sangat sulit membuat karakter seperti ini bagi saya xD
Akihiko Aksai memiliki sifat yang baik, cerdas, mudah bergaul, tampan, dan populer tentunya di sekolah nya TAPI kemampuan nya di dunia One Eyed tak setampan mukanya wkwk, penasaran? Tunggu saja kelanjutan manga saya xD
Sekian dari post ini ^^ terima kasih atas kunjungan nya, bagi yang ingin mengikuti manga saya bersabar lah ya xD
Minggu, 10 Juli 2016
Sabtu, 09 Juli 2016
10 Hal keliru seputar "Charge" baterai smartphone
Baterai mungkin adalah salah satu komponen yang paling sering ditanyakan dari sebuah ponsel. "Bagaimana cara mengisi yang benar?" atau "Haruskah saya mengisi baterainya sepanjang malam?" adalah dua contoh pertanyaan yang sering diajukan.
Sayangnya, informasi soal baterai cenderung simpang siur dan tak jarang saling bertentangan sehingga menimbulkan mitos keliru. Pengguna pun bisa dibuat bingung.
Apa saja mitos keliru yang sering diutarakan soal baterai ponsel? Berikut ini daftar sepuluh di antaranya, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Tech Republic, Sabtu (9/7/2015).
1. Baterai punya "ingatan"
Anda mungkin pernah mendengar saran agar secara rutin mengosongkan seluruh kapasitas baterai kemudian mengisinya penuh-penuh agar "ingat" dengan kapasitas aslinya. Ada pula anjuran untuk tak mengisi baterai sebelum kosong.
Mitos ini sebenarnya salah karena siklus pengisian seperti itu tak mempengaruhi kinerja baterai. Sering-sering mengisi baterai sebelum benar-benar habis pun tak akan merusaknya. Efek ingatan alias "memory effect" memang pernah berlaku untuk baterai Ni-cad lama, tapi baterai Lithium Ion modern tak terdampak.
2. Baterai harus diisi dengan charger bawaan
Beberapa charger berkualitas buruk bisa berbahaya buat ponsel. Namun bukan berarti Anda harus selalu memakai charger bawaan ponsel untuk mengisi baterainya.
Charger USB manapun bisa dipakai untuk mengisi baterai ponsel, tapi kinerjanya akan berbeda-beda. Charger yang mampu menyalurkan arus 2 ampere, misalnya, bakal mengisi baterai lebih cepat dibandingkan charger 1 ampere.
Ada juga beberapa kemampuan khusus seperti fast charging yang hanya bisa digunakan apabila ponsel diisi dengan charger bawaan.
3. Baterai ponsel akan rusak apabila diisi semalaman
Menancapkan ponsel ke charger sebelum tidur adalah kebiasaan yang lazim dilakukan banyak orang, mungkin juga termasuk kamu. Nah, apakah hal ini bisa mengakibatkan "overload" atau merusak baterai?
Jawabannya adalah tidak. Ponsel masa kini sudah cukup "pintar" untuk memutus arus listik secara otomatis ketika baterai sudah terisi penuh, walaupun ia masih tersambung ke charger.
4. Jangan pakai ponsel saat di-charge
Menggunakan ponsel saat sedang tersambung ke charger tidak akan berpengaruh buruk pada baterai. Entah digunakan atau tidak, baterai ponsel akan terisi seperti yang seharusnya.
Lagipula, ponsel kerapkali mengaktifkan dirinya sendiri ketika sedang di-charge, misalnya untuk mengunduh update software lewat Wi-Fi ataui sinkronisasi data. Jadi, jangan takut untuk memakai ponsel saat sedang diisi baterainya.
5. Mematikan ponsel bisa merusak baterai
Baterai di ponsel tidak akan rusak apabila perangkat dimatikan. Memang, kapasitas baterai sedikit demi sedikit akan berkurang ketika perangkat dimatikan dan disimpan dalam waktu lama, tapi hal ini normal terjadi dan tak perlu dicemaskan.
Anda pun bisa mematikan dan melepas baterai (apabila memungkinkan) tanpa perlu khawatir. Tak ada salahnya pula mematikan ponsel beberapa saat untuk "mengistirahatkan" perangkat. Proses reboot yang dilakukan setelahnya bahkan bisa menyelesaikan beberapa masalah terkait fungsi baterai.
6. Baterai ponsel harus diisi penuh sebelum digunakan
Banyak orang mengisi baterai ponsel hingga mencapai 100 persen sebelum mulai menggunakannya. Ini keliru karena tak ada keuntungan apapun yang bisa diperoleh dari hal tersebut.
Bahkan, baterai ponsel sebenarnya bekerja optimal ketika kapasitasnya berada di angka 40 persen hingga 80 persen. Baterai kebanyakan ponsel juga diisi setengah penuh dari pabrik sehingga kamu bisa langsung menggunakannya begitu dikeluarkan dari kemasan.
7. Menaruh baterai di freezer/menjemur bisa memperpanjang umurnya
Mitos yang satu ini berasal dari masa lalu dan sama sekali tidak benar, apalagi bagi baterai Lithium-Ion modern yang justru bisa mengalami kerusakan akibat panas atau dingin berlebih.
8. Berselancar di internet adalah kegiatan paling menguras baterai
Kegiatan yang paling menyita kinerja adalah bermain game 3D yang rakus sumberdaya. Karena itu, bermain game juga merupakan kegiatan yang paling menguras baterai.
Berselancar di internet pun bisa cukup berdampak pada kapasitas baterai, tergantung jenis konten yang diakses. Online gaming dan video YouTube, misalnya, akan lebih cepat mengurangi daya tahan baterai ketimbang browsing konten berbasis teks.
9. Mematikan Wi-Fi, Bluetooth, dan GPS akan memperpanjang umur baterai
Ketiga fungsi ini hanya akan memakai listrik ketika dijalankan, misalnya GPS yang akan aktif ketika pengguna menjalankan aplikasi pemetaan. Menyalakan Bluetooh, GPS, dan Wi-Fi pun tak akan terlalu berpengaruh pada kapasitas baterai secara keseluruhan.
Masih ingin menghemat baterai? Anda bisa mengurangi tingkat kecerahan layar karena komponen ini adalah yang paling menguras daya baterai pada ponsel.
10. Task manager membantu baterai bertahan lebih lama
Aplikasi task manager pihak ketiga sebenarnya tak membantu memperpanjang masa hidup baterai lebih lama dibanding task manager bawaan, meskipun menawarkan kemampuan untuk memasukkan proses tertentu ke dalam whitelist atau blacklist.
Task manager bisa berguna untuk mengendalikan aplikasi yang berjalan, tapi jangan berasumsi bahwa ia akan turut memperpanjang umur baterai.
Sumber: Kompas
Sayangnya, informasi soal baterai cenderung simpang siur dan tak jarang saling bertentangan sehingga menimbulkan mitos keliru. Pengguna pun bisa dibuat bingung.
Apa saja mitos keliru yang sering diutarakan soal baterai ponsel? Berikut ini daftar sepuluh di antaranya, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Tech Republic, Sabtu (9/7/2015).
1. Baterai punya "ingatan"
Anda mungkin pernah mendengar saran agar secara rutin mengosongkan seluruh kapasitas baterai kemudian mengisinya penuh-penuh agar "ingat" dengan kapasitas aslinya. Ada pula anjuran untuk tak mengisi baterai sebelum kosong.
Mitos ini sebenarnya salah karena siklus pengisian seperti itu tak mempengaruhi kinerja baterai. Sering-sering mengisi baterai sebelum benar-benar habis pun tak akan merusaknya. Efek ingatan alias "memory effect" memang pernah berlaku untuk baterai Ni-cad lama, tapi baterai Lithium Ion modern tak terdampak.
2. Baterai harus diisi dengan charger bawaan
Beberapa charger berkualitas buruk bisa berbahaya buat ponsel. Namun bukan berarti Anda harus selalu memakai charger bawaan ponsel untuk mengisi baterainya.
Charger USB manapun bisa dipakai untuk mengisi baterai ponsel, tapi kinerjanya akan berbeda-beda. Charger yang mampu menyalurkan arus 2 ampere, misalnya, bakal mengisi baterai lebih cepat dibandingkan charger 1 ampere.
Ada juga beberapa kemampuan khusus seperti fast charging yang hanya bisa digunakan apabila ponsel diisi dengan charger bawaan.
3. Baterai ponsel akan rusak apabila diisi semalaman
Menancapkan ponsel ke charger sebelum tidur adalah kebiasaan yang lazim dilakukan banyak orang, mungkin juga termasuk kamu. Nah, apakah hal ini bisa mengakibatkan "overload" atau merusak baterai?
Jawabannya adalah tidak. Ponsel masa kini sudah cukup "pintar" untuk memutus arus listik secara otomatis ketika baterai sudah terisi penuh, walaupun ia masih tersambung ke charger.
4. Jangan pakai ponsel saat di-charge
Menggunakan ponsel saat sedang tersambung ke charger tidak akan berpengaruh buruk pada baterai. Entah digunakan atau tidak, baterai ponsel akan terisi seperti yang seharusnya.
Lagipula, ponsel kerapkali mengaktifkan dirinya sendiri ketika sedang di-charge, misalnya untuk mengunduh update software lewat Wi-Fi ataui sinkronisasi data. Jadi, jangan takut untuk memakai ponsel saat sedang diisi baterainya.
5. Mematikan ponsel bisa merusak baterai
Baterai di ponsel tidak akan rusak apabila perangkat dimatikan. Memang, kapasitas baterai sedikit demi sedikit akan berkurang ketika perangkat dimatikan dan disimpan dalam waktu lama, tapi hal ini normal terjadi dan tak perlu dicemaskan.
Anda pun bisa mematikan dan melepas baterai (apabila memungkinkan) tanpa perlu khawatir. Tak ada salahnya pula mematikan ponsel beberapa saat untuk "mengistirahatkan" perangkat. Proses reboot yang dilakukan setelahnya bahkan bisa menyelesaikan beberapa masalah terkait fungsi baterai.
6. Baterai ponsel harus diisi penuh sebelum digunakan
Banyak orang mengisi baterai ponsel hingga mencapai 100 persen sebelum mulai menggunakannya. Ini keliru karena tak ada keuntungan apapun yang bisa diperoleh dari hal tersebut.
Bahkan, baterai ponsel sebenarnya bekerja optimal ketika kapasitasnya berada di angka 40 persen hingga 80 persen. Baterai kebanyakan ponsel juga diisi setengah penuh dari pabrik sehingga kamu bisa langsung menggunakannya begitu dikeluarkan dari kemasan.
7. Menaruh baterai di freezer/menjemur bisa memperpanjang umurnya
Mitos yang satu ini berasal dari masa lalu dan sama sekali tidak benar, apalagi bagi baterai Lithium-Ion modern yang justru bisa mengalami kerusakan akibat panas atau dingin berlebih.
8. Berselancar di internet adalah kegiatan paling menguras baterai
Kegiatan yang paling menyita kinerja adalah bermain game 3D yang rakus sumberdaya. Karena itu, bermain game juga merupakan kegiatan yang paling menguras baterai.
Berselancar di internet pun bisa cukup berdampak pada kapasitas baterai, tergantung jenis konten yang diakses. Online gaming dan video YouTube, misalnya, akan lebih cepat mengurangi daya tahan baterai ketimbang browsing konten berbasis teks.
9. Mematikan Wi-Fi, Bluetooth, dan GPS akan memperpanjang umur baterai
Ketiga fungsi ini hanya akan memakai listrik ketika dijalankan, misalnya GPS yang akan aktif ketika pengguna menjalankan aplikasi pemetaan. Menyalakan Bluetooh, GPS, dan Wi-Fi pun tak akan terlalu berpengaruh pada kapasitas baterai secara keseluruhan.
Masih ingin menghemat baterai? Anda bisa mengurangi tingkat kecerahan layar karena komponen ini adalah yang paling menguras daya baterai pada ponsel.
10. Task manager membantu baterai bertahan lebih lama
Aplikasi task manager pihak ketiga sebenarnya tak membantu memperpanjang masa hidup baterai lebih lama dibanding task manager bawaan, meskipun menawarkan kemampuan untuk memasukkan proses tertentu ke dalam whitelist atau blacklist.
Task manager bisa berguna untuk mengendalikan aplikasi yang berjalan, tapi jangan berasumsi bahwa ia akan turut memperpanjang umur baterai.
Sumber: Kompas
Kamis, 07 Juli 2016
20 Rekomendasi OST Anime dan Japan pop~
20. Fubuki - Nishizawa Shiena
19. Rising Hope -LiSA
18. Kabaneri of The Iron Fortress - EGOIST
17. Ninelie - Aimer x Chelly
16. Redo - Suzuki Konomi
15. Kotoba no Iranai Yakusoku - Sana/Honeyworks
14. IGNITE -Eir Aoi
13. This Game - Suzuki Konomi
9. Miiro - AKINO from bless4
8. Unravel - TK from 凛として時雨
7. Black Bullet - fripSide
6. World is Mine - Hatsune Miku
5. Velvet Rays - Amamiya Sora
4. On My Own - やまだ豊 (Insert Song Tokyo Ghoul S2)
3. Sayonara Memories - Supercell
2. Ai no Uta - Haruka Chisuga
1. The Asterisk War - Nishizawa Shiena
Yosh itu saja untuk Post kali ini ~ semoga ada yang suka ^^
8. Unravel - TK from 凛として時雨
7. Black Bullet - fripSide
6. World is Mine - Hatsune Miku
5. Velvet Rays - Amamiya Sora
4. On My Own - やまだ豊 (Insert Song Tokyo Ghoul S2)
3. Sayonara Memories - Supercell
2. Ai no Uta - Haruka Chisuga
1. The Asterisk War - Nishizawa Shiena
Yosh itu saja untuk Post kali ini ~ semoga ada yang suka ^^
Langganan:
Postingan (Atom)



























